scraps

Tuesday, November 26, 2013

Membuat WBS Dengan Contoh Penulisan Ilmiah

Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan atau seperangkat yang membantu kita untuk menentukan dan mengelompokkan elemen-elemen pekerjaan (tugas) dan membantu mengetahui ruang lingkup pekerjaan. 

Alasan perlunya WBS adalah :
- Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal. 
- WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan. 

Manfaat dari WBS : 
- Manfaat daftar pekerjaan pada WBS, akan dapat diperkirakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk -menyelesaikan setiap pekerjaan tersebut. 
- Perkiraan bisa dilakukan dengan mempertimbangan beberapa hal, antara lain ketersediaan sumber daya dan kompleksitas.

Struktur WBS : 
- Struktur dalam WBS mendefinisikan tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara terpisah dari tugas-tugas lain, memudahkan alokasi sumber daya, penyerahan tanggung jawab, pengukuran dan pengendalian proyek. - Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama waktunya. 

Model WBS memberikan beberapa manfaat, antara lain : 
- Memberikan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. 
- Analisa WBS yang melibatkan manajer fungsional dan personel yang lain dapat membantu meningkatkan akurasi dan kelangkapan pendefinisian proyek. 
- Memberikan dasar untuk mengestimasi mengalokasikan sumber daya, menyusun jadwal, dan menghitung biaya. 
- Mendorong untuk mempertimbangkan secara lebih serius sebelum membangun suatu proyek. 
- Dapat dipergunakan sebagai tool dalam perencanaan manajemen Resiko (Risk Management Planning) 

Ada empat macam bentuk dasar dari WBS yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi penggajian, yaitu :
1. Hirarki 
Struktur navigasi hirarki sering disebut struktur navigasi bercabang, yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data atau gambar pada layer dengan kriteria tertentu. Tampilan pada menu utama disebut master page (halaman utama satu), halaman tersebut mempunyai halaman percabangan yang disebut slave page (halaman pendukung) dan jika dipilih akan menjadi halaman kedua, begitu seterusnya. 
2. Linier 
Struktur navigasi linier merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita berurutan. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurutan menurut aturannya. 
3. Non Linear 
Struktur navigasi non liniar (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi liniar, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. Percabangan pada struktur non liniar berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, pada struktur ini kedudukan semua page sama, sehingga tidak dikenal adanya master atau slave page. 
4. Campuran (Composite) 
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia. 

Dan pada penulisan saya kali ini saya akan menjelaskan WBS pada penulisan ilmiah yang saya buat beberapa bulan lalu. Pada penulisan saya tersebut saya membuat aplikasi pengenalan "Aplikasi Pengenalan Rambu - Rambu Lalu Lintas Untuk Anak - Anak Berbasis Android Dengan Menggunakan APP Inventor". 

Dan untuk membuat aplikasi tersebut saya melakukan langkah-langkah yang terstruktur agar aplikasi tersebut selesai dengan rapi. Dimana yang pertama saya melakukan suatu konsep terlebih dahulu , saya ingin membuat aplikasi apa. Langkah selanjutnya yaitu membuat struktur navigasi aplikasi yang akan saya buat. Setelah itu langkah seanjutnya saya merancang tampilan desain program,yang kemudian diteruskan dengan mengimplementasikannya ke dalam apk. Apabila semuanya telah terselesaikan maka langkah terakhir yaitu mencoba aplikasi tersebut. 

Dan berikut ini merupakan contoh pengaplikasian WBS pada penulisan saya kali ini: 


Dan berikut ini merupakan struktur navigasi penulisan ilmiah saya: 



Sumber : 
http://rianfadilah9.blogspot.com/2013/01/cara-membuat-wbs-dengan-contoh-sesuai.html

Monday, November 4, 2013

TUGAS 2 PENGANTAR TELEMATIKA

I. Perkembangan jaringan komputer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel 

Dalam proses telematika jaringan komputer sangat diperlukan karena kegunaan tersebut, maka kegunaan dari jaringan komputer adalah untuk saling berinteraksi antar komputer yang satu dengan komputer yang lainnya dapat diartikan sebagai sebuah rangkaian dua atau lebih komputer.
Komputer-komputer ini akan dihubungkan satu sama lain dengan sebuah sistem komunikasi. Dengan jaringan komputer ini dimungkinkan bagi setiap komputer yang terjaring di dalamnya dapat saling tukar-menukar data, program, dan sumber daya komputer lainnya, seperti media penyimpanan, printer, dan lain-lain. 
Jaringan komputer yang menghubungkan komputer-komputer yang berada pada lokasi berbeda dapat juga dimanfaatkan untuk mengirim surat elektronik (e-mail), mengirim file data (upload) dan mengambil file data dari tempat lain (download), dan berbagai kegiatan akses informasi pada lokasi yang terpisah. Tujuan utama dari sebuah jaringan komputer adalah sharing resource (sumber daya), dimana sebuah komputer dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki komputer lain yang berada dalam jaringan yang sama.
Perkembangan teknologi komunikasi data dan jaringan komputer dewasa ini sudah tidak terbatas lagi hanya pada komputer. Berbagai perangkat teknologi komunikasi yang dapat membantu dalam proses telematika saat ini berkembang mengikuti perkembangan teknologi komputer, banyak diantaranya mengintegrasikan perangkat komputer, seperti mikroprosesor, memori, display, storage, dan teknologi komunikasi ke dalamnya. 
Suatu jaringan komputer pada umumnya terdiri atas:
  • Kartu jaringan (network interface card / NIC) pada setiap komputer
  • Medium Koneksi, yang menghubungkan kartu jaringan satu komputer ke komputer lainnya, biasa disebut sebagai medium transmisi data, bisa berupa kabel maupun nirkabel atau tanpa-kabel (wireless seperti radio, microwave, satelit, dan sebagainya). 
  • Minimal dua buah komputer 
  • Peralatan interkoneksi, seperti Hub, Bridge, Switch, Router, dan Gateway, apabila jaringan yang dibentuk semakin luas jangkauannya. 
  • Perangkat Lunak Sistem operasi jaringan (network operating system software / NOSS) yang berfungsi untuk melakukan pengelolaan sistem jaringan, misalnya: Microsoft Windows 2000 server, Microsoft Windows NT, Novell Netware, Linux, dan sebagainya. 


II. Keuntungan dan kerugian teknologi Peer To Peer dan Client Server 

a. Peer To Peer adalah Jaringan yang memperbolehkan pemakai membagi resources dan data pada komputer mereka serta mengakses shared resources yang ada pada computer lain. 

Keuntungan Peer To Peer :
- Komputer dalam jaringan dapat saling dapat saling berbagi fasilitas yang di milikinya seperti hardisk ,modem dan printer. 
- Biaya operasional relatif murah di bandingkan dengan tipe jaringan client server.
- Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak , jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
- Tidak membutuhkan admin yang handal. 

Kerugian Peer To Peer : 
- Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client server, komunikasi adalah antara server dengan workstasion. 
- Untuk kerja lebih rendah di bandingkan dengan jaringan client server 
- Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing-masing fasilitas yang dimiliki 
- Karena data jaringan tersebar di masing-masing computer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing computer tersebut.

b. Client Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server. 

Keuntungan Client-Server : 
- Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
- Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client. 
- Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
- Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula. 

Kerugian Client-Server : 
- Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload. 
- Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
- Biaya operasional mahal 
- Membutuhkan tenaga kerja yang profesional dan ahli
- Membutuhkan administrator yang professional 


III. Perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless 

Pada tahun 1997 IEEE membuat suatu spesifikasi/standar WLAN yang pertama dengan kode IEEE 802.11 (bekerja pada frekuensi 2.4 GHz). Standar ini diciptakan oleh Komite IEEE (kode IEEE 802) yang menangani standardisasi jaringan LAN/MAN. Hanya sayang kecepatan komunikasi datanya baru 2 Mbps. Oleh karena itu, pada tahun 1999 muncul spesifikasi baru bernama 802.11b dimana tipe ini bisa mencapai data rate 11 Mbps. Namun, ada satu kelemahan dari tipe ini, yaitubanyak alat-alat lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi ini 2.4 GHz (misal: cordless phone, microwave oven, dll.). Jadi, sangat mungkin terjadi Interferensi yang akan menggangu performa WLAN tipe ini. Perubahan dan spesifikasi baru yang lebih mumpuni pun bermunculan. Misalnya, tak lama setelah tipe 802.11b, IEEE membuat spek baru 802.11a yang menggunakan frekuensi 5 GHz dan data rate mencapai 54 Mbps. Kemudian pada tahun 2002, muncul 802.11g yang menggabungkan kelebihan pada 802.11b dan 802.11a. Tipe ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, artinya pemakaiannya dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan LAN card 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b dan 802.11g. Teknologi ini dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. Lebar frekuensi tipe 802.11n ini 2.4 GHz dengan data rate mencapai 100Mbps. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. 

Hardware yang digunakan pada wireless 
a. Hardware Access Point + plus 
Perangkat standard yang digunakan untuk access point. Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan dual fungsi sebagai internal router. 



b. PCMCIA Adapter 
Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot. Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit. 



c. USB Wireless Adaptor 
Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. 



d. USB Add-on PCI slot 
Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut. 


e. Mini PCI bus adapter 
PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam sebuah notebook. 



f. PCI card wireless network 
PCIcard Wireless network dapat juga berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan pada slot computer atau dengan mengambil power dari USB tetapi dipasangkan pada PCI slot. Perangkat Wireless network dapat juga diaktifkan menjadi Access point. Perangkat jenis PCI card dipasangkan permanen pada sebuah desktop PC. 


Software yang digunakan pada wireless 
a. Wireless Wizard Meningkatkan keandalan dan penggunaan dari setiap WiFi, WiMAX, LTE, 3G atau jaringan data nirkabel.
b. Easy wifi radar untuk menemukan dan terhubung untuk membuka jalur akses nirkabel dengan mouseclick tunggal. Terhubung ke hotspot gratis tanpa kerumitan. 
c. Advanced port scanner dapat memindai port sangat cepat, berisi deskripsi untuk port umum, dan dapat melakukan scan pada rentang port yang telah ditentukan.

Sumber : 
http://yunyunsundawan.blogspot.com/2012/11/tugas-2-pengantar-telematika.html 
http://kiki-tuingtuing.blogspot.com/2012/11/tugas-2-pengantra-telematika.html

Thursday, October 10, 2013

Tugas Pengantar Telematika

I. Perkembangan Teknologi Informasi Dalam Penyebarluasan Informasi

Perkembangan teknologi informasi saat ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Dengan adanya teknologi informasi mempermudah dalam penyebarluasan informasi. Dahulu penyebarluasan informasi dilakukan dengan memanfaatkan media cetak dan elektronik, namun saat ini penyebarluasan informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan media internet. Dengan memanfaatkan media internet mempermudah untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja dan dari siapa saja.

II. Peranan Telematika Dalam Bidang Pendidikan

Peranan telematika saat ini sangat berkembang pesat dan sangat bermanfaat dalam pengolahan informasi di segala bidang kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang pendidikan. Pada bidang pendidikan ini peran telematika sangat lah berpengaruh besar dalam membantu dunia pendidikan, seperti membuat program pembelajaran secara virtual, membuat buku-buku virtual sehingga lebih praktis untuk dipelajari dan dibawa kemana-mana dan membuat pembelajaran lebih menarik.

III. Manfaat Dan Dampak Negarif Dari Perkembangan Telematika

Manfaat Telematika :
• Kemudahan dalam memperoleh Informasi secara cepat. Informasi yang diperoleh dapat bersifat real time artinya pada saat itu juga. Selain itu informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara langsung pada sumbernya sehingga mengurangi adanya distorsi informasi.
• Transparasi dalam Informasi. Informasi dapat diketahui siapa saja karena adanya keterbukaan.
• Kemudahan dalam memperoleh data. Dengan adanya perkembangan telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
• Penghematan Waktu. Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.

Dampak Negatif Perkembangan Telematika :
munculnya hacker yang merugikan orang - orang.

IV. Cara Mengatasi Dampak Negatif Dari Perkembangan Telematika

Untuk mengatasi munculnya hacker minimal memproteksi komputer dari serangan hacker tersebut seperti menggunakan firewall atau antivirus/antihacker, atau perlu ditegaskan lagi peraturan pemerintah mengenai perbuatan hacker ini agar mengurangi orang yang tidak bertanggung jawab.

Sumber :
http://erikgundar.wordpress.com/2013/01/02/peran-telematika-di-bidang-pendidikan/
http://dyu-dudiyuliana.blogspot.com/2013/10/tugas-1-pengantar-telematika-pengenalan.html

Thursday, May 16, 2013

Meresensi Artikel

Resensi artikel “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENDAPATAN PADA PT. REKA PERDANA WISATA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0 DAN MICROSOFT SQL SERVER 2000 BERBASIS CLIENT SERVER”

1. Data Publikasi
a. Judul Tulisan : Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan Pada PT. Reka Perdana Wisata Dengan Menggunakan Software Microsoft Visual Basic 6.0 Dan Microsoft SQL Server 2000 Berbasis Client Server
b. Penulis : Setia Wulandari , Dony Waluya Firdaus, S.E. , Hery Dwi Yulianto, S.T.
c. Penerbit : Komputerisasi Akuntansi
d. Tanggal/No : 01 Januari 2010
e. Tema : Perancangan Sistem Informasi

2. Sinopsis atau ringkasan :
PT. Reka Perdana Wisata merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa wisata yaitu berupa Outbond Management Training, Outdoor Event, Outdoor Activity dan Operator Arung Jeram. Dimana frekuensi pendapatannya selalu berubah-ubah. Pendapatan tersebut akan menimbulkan suatu pendapatan bagi perusahaan. Namun pada perusahaan ini system yang digunakan masih dilakukan secara semi komputerisasi yaitu menggunakan Microsoft Excel, dan kegiatan pencatatannyapun masih belum memenuhi standar akuntansi, hal ini sering mengakibatkan terjadinya keterlambatan dan kesalahan dalam proses perhitungan dalam pembuatan laporan keuangan pendapatanya.

3. Keunggulan : Dalam artikel ini menjelaskan perancangan sistem informasi akuntansi pendapatannya dibuat dengan berbasis client server dengan menggunakan database SQL Server 2000 dan bahasa pemograman Microsoft Visual Basic 6.0 sehingga membantu pembaca dalam memahami perancangangan system informasi dan pembuatan laporan.

4. Kekurangan : Dalam artikel ini tidak terdapat kekurangannya , karena sudah disajikan tahap - tahap atau langkah - langkah  dalam mengerjakan perancangan sistem informasi akuntansi pendapatannya.

5. Pendapat akhir atau saran : Diperlukan adanya pengembangan terhadap aplikasi yang ada sehingga pencatatan pendapatan dapat lebih efektif dan efisien.

Tuesday, April 16, 2013

MENGUBAH TAMPILAN ARTIKEL MENJADI MAKALAH

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENDAPATAN PADA PT. REKA PERDANA WISATA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0 DAN MICROSOFT SQL SERVER 2000 BERBASIS CLIENT SERVER


   


 Oleh : Diyah Cholidah Fitri (12110116)


 FAKULTAS ILMU KOMPUTER 
 UNIVERSITAS GUNADARMA 2012 



 Daftar isi : 
KATA PENGANTAR ....................................................................... i 
DAFTAR ISI ..................................................................................... ii 
BAB I PENDAHULUAN 
 1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1 
1.2 Identifikasi Masalah .................................................................... 2 
1.3 Batasan Masalah ……………………………………………. 2 
1.4 Tujuan Penulisan ........................................................................ 3 
BAB II Landasan Teori 
2.1 Perancangan ............................................................................... 4 
2.2 Sistem ........................................................................................ 4 
2.3 Informasi .................................................................................... 4 
2.4 Pendapatan ................................................................................. 4 
BAB III PENUTUP 
3.1 Kesimpulan ................................................................................. 5 
3.2 Saran ............................................................................................ 5 
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………... 7 

Kata Pengantar 

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENDAPATAN PADA PT. REKA PERDANA WISATA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0 DAN MICROSOFT SQL SERVER 2000 BERBASIS CLIENT SERVER” 

Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. 

Depok 16 April 2013 




 Penulis 



BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang 

Dewasa ini peranan sistem informasi dalam suatu organisasi tidak dapat diragukan lagi. Dukungannya dapat membuat sebuah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Selain ity dengan perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah banyak membawa perubahan dalam proses bisnis. Operasional bisnis menjadi semakin mudah, cepat dan dapat mengurangi tingkat kesalahan yang disebabkan oleh faktor manusia (human error).

PT. Reka Perdana Wisata merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa wisata yaitu berupa Outbond Management Training, Outdoor Event, Outdoor Activity dan Operator Arung Jeram. Dimana frekuensi pendapatannya selalu berubah-ubah. Pendapatan tersebut akan menimbulkan suatu pendapatan bagi perusahaan. Namun pada perusahaan ini sistem yang digunakan masih dilakukan secara semi komputerisasi yaitu menggunakan Microsoft Excel, dan kegiatan pencatatannyapun masih belum memenuhi standar akuntansi, hal ini sering mengakibatkan terjadinya keterlambatan dan kesalahan dalam proses perhitungan dalam pembuatan laporan keuangan pendapatanya. Melihat kelemahan yang ada pada PT. Reka Perdana Wisata, penulis bermaksud membantu mempermudah agar pencatatan pendapatannya lebih efektif dan efisien. Oleh karna itu penulis bermaksud merancang sistem informasi akuntansi pendapatan pada PT. Reka Perdana Wisata menggunakan software Microsoft Visual Basic 6.0 karena. Penulis berharap dengan adanya perancangan sistem ini dapat membantu PT. Reka Perdana Wisata dalam proses pembuatan laporan keuangan pendapatannya. 

Berdasarkan seluruh uraian penjelasan di atas, maka penyusun tertarik untuk mengambil judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENDAPATAN PADA PT. REKA PERDANA WISATA DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0 DAN SQL SERVER 2000 BERBASIS CLIENT SERVER”. 

1.2 Identifikasi Masalah 

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis uraikan, maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
 A. Bagaimana Sistem Akuntansi Pendapatan pada PT Reka Perdana Wisata. 
B. Bagaimana merancang Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan pada PT Reka Perdana Wisata dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan SQL Server 2000 berbasis client server. 

1.3 Batasan Masalah 
A. Penulis melakukan penelitian pada pendapatan yang diperoleh dari kegiatan operasional. Penulis membatasi pendapatan operasional hanya dari pendapatan pemesanan wisata outbound. Metode pencatatan akuntansi yang digunakan adalah Cash Basic. 
B. Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan dengan menggunakan aplikasi Micrososft Visual Basic 6.0 dengan input berupa transaksi yang terjadi dalam pemesanan wisata outbound. Penulis merancang proses yang terdiri dari jurnal umum, buku besar umum, dan output yang dihasilkan berupa laporan keuangan neraca dan laporan keuangan laba rugi dengan menggunakan Microsoft SQL Server 2000 sebagai databasenya dan berbasis client server. 

1.4 Tujuan Peneluisan 
A. Untuk mengetahui Sistem Akuntansi Pendapatan pada PT Reka Perdana Wisata. 
B. Untuk merancang Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan pada PT Reka Perdana Wisata dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan SQL Server 2000 berbasis client server. 

BAB II 
 LANDASAN TEORI 

2.1 Perancangan
Menurut AL-Bahra dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi yang dimaksud dengan Perancangan adalah sebagai berikut: “Perancangan (design) memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternative sistem yang terbaik.” (2005:39) 

2.2 Sistem 
Menurut HM Jogiyanto dalam bukunya Analisis dan Desain Sistem Informasi, mendefinisikan sistem sebagai berikut: “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.” (2005:1) 

2.3 Informasi 
Menurut HM Jogiyanto dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain, menjelaskan bahwa: ”Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.” (2005: 8) 

2.4 Pendapatan 
Menurut SR Soemarso dalam bukunya Akuntansi Suatu Pengantar mendefinisikan pendapatan sebagai berikut: “Pendapatan adalah peningkatan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi tertentu dalam bentuk pemasukan dan penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.” (2004:257) 

BAB III 
PENUTUP 

3.1 Kesimpulan 
Dalam menganalisis kegiatan yang Penulis lakukan pada PT Reka Perdana Wisata, Penulis dapat mengambil simpulan dari hasil Penelitian adalah sebagai berikut : 
 A. Kegiatan transaksi pendapatan pada transaksi pemesanan wisata masih semi komputerisasi yaitu masih menggunakan Microsoft Excel 2003 sebagai alat hitungnya dan untuk inputan datanya masih dilakukan secara manual, maka bisa mengakibatkan terjadinya penumpukkan data yang tidak terstruktur dan dalam pencatatannya sering terjadi human error, sehingga dalam pengerjaannya kurang efektif dan efisien. 
B. Penulis mencoba meminimalkan permasalahan yang ada pada PT Reka Perdana Wisata dengan membuat suatu perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan. Rancangan ini dibuat berbasis client server dengan menggunakan database SQL Server 2000 dan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 Sehingga diharapkan dapat memaksimalkan dan mempermudah dalam pembuatan pelaporan yang dibutuhkan perusahaan. 

3.2 Saran
Selain kesimpulan di atas, Penulis mencoba memberikan saran kepada PT Reka Perdana Wisata yang sekiranya dapat dijadikan masukan dan pertimbangan. Saran-saran tersebut antara lain sebagai berikut: A. Sistem akuntansi yang diterapkan selama ini, terutama dalam hal pendapatan sebaiknya dilakukan pengawasan yang intensif sehingga kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan benar-benar dapat ditaati oleh semua pegawai di bagian-bagian yang terkait. Juga dalam pencatatan dan pelaporan khususnya pendapatan sebaiknya menggunakan komputerisasi agar kesalahan dalam pencatatan atau masalah yang sering dihadapi dapat teratasi. 
B. Diperlukan adanya pengembangan terhadap aplikasi yang ada sehingga pencatatan pendapatan dapat lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, penulis merancang Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft SQL Server 2000 berbasiskan client server, Untuk dapat membantu dan mempermudah dalam pembuatan laporan kepada pihak yang membutuhkan. Sedangkan untuk konversi komponen sistem yang digunakan sebaiknya menggunakan sumber daya manusia yang terlatih dan bisa mengoperasikan aplikasi tersebut. 

DAFTAR PUSTAKA 
Achmad Tjahjono dan Sulastiningsih. 2003. Akutansi Pengantar Pendekatan Terpadu. Yogyakarta: UPP APM YKPN. 
Bagui Sikha, Earp Richard. (2003). Database Design Using Entity-Relationship Diagram. Averbach Publication
bin ladjamudin, Al Bahra. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu 
Daulay, Melwin Syafrizal. (2007). Mengenal Hardware-Software dan Pengelolaan Instalasi Komputer. Yogyakarta: Andi 
Djuandi, Feri.(2002).SQL Server.Jakarta:Elex Media. 
Fathansyah. (2002). Basis Data. Bandung : Informatika. 
Halim, Abdul.(2004). Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah Basis Kas (Cash Basic).Jakarta: Salemba Empat. 
Hall A James, Penerjemah Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary. (2004). Accounting Information System Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat. 
HM, Jogiyanto. (2005). Analisis & Desain Sistem Informasi, Yogyakarta : Andi Offset. 
HM, Jogiyanto. (2000). Pengenalan Komputer: Dasar Ilmu computer, pemrograman, sistem informasi dan inteligensi buatan. Yogyakarta: Andi Offset. 
http:///mytourism.50webs.com/tourism%20learning .doc (14.10, 6 November 2009) http://metolit.blogspot.com/2008/11/unitanalisis_14.html (15.40,30 Desember 2008) 
Kansil. (2005) Pokok-Pokok Pengetahuan Hukum Dagang Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika. 
Kieso, Donald E, Jerry J weygandt, Terry D.warfield. Penerjemah: Herman Wibowo, Ancella A. Hermawan. (2002). Akuntansi Intermediate. Jakarta: Erlangga. 
Krismiaji, (2005). Sistem Informasi Akuntansi, Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. 
Kristanto, Andri. (2003). Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Yogyakarta : Gava Media. Kurniadi, Adi. (2000). Pemrograman Visual Basic 6.0 Jakarta: Elex Media Komputindo. 
Kusrini. (2007). Membangun SIA dengan Visual Basic & Microsoft SQL server. Yogyakarta: Andi. 
La midjan. (2004). Sistem Informasi Akuntansi, Bandung: Lembaga Informasi Akuntansi. 
Madcom, (2003). Program Aplikasi terintegrasi inventory dan hutang piutang dengan visual basic dan crystal report. Yogyakarta, Andi Offset. 
Mulyadi, (2001). Sistem Akuntansi, Jakarta : Salemba Empat 
Nazir, M. (2002). Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia. 
Ramadhan, Arief . (2004). Microsoft Visual Basic 6. Jakarta: Elex Media Komputindo. 
Ramadhan, Arief. (2005). SQL Server dan Visual Basic 6.0. Jakarta: Elex Media Komputindo. 
Saifuddin, Anwar. (2009). Metode Penelitian, Bandung: Pustaka Pelajar. 
Stice Earl K, Stice James D, Skousen K Fred. (2004). Akuntansi intermediate.Jakarta: Salemba Empat. Soemarso, (2004). Akuntansi Suatu Pengantar, Jakarta : Salemba Empat. 
Sugiyono, (2004). Metode Penelitian Bisnis, Bandung : Alfabeta. 
Susanto, Azhar. (2004). Sistem formasi Akuntansi Konsep dan Pengembangan Berbasis Komputer. Bandung: Linggajaya.
Sutabri, Tata. (2003). Analisa Sistem Informasi, Yogyakarta : Andi Offset. 
Yoeti, Oka A. (2001). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa. 
Yuswanto. (2005). Pemograman Client Server Microsoft Visual Basic 6.0. Jakarta: Pustaka Raya. 

Thursday, March 21, 2013

Menganalisis Tulisan Berdasarkan Diksi

3 Orang Meninggal Akibat Banjir di Madura
Fajar Pratama - detikNews Jakarta - 

Hujan deras turun hampir tiap hari di Madura, Jawa Timur, sehingga banjir pun muncul dan merendam Desa Panggung Pragaan, Sumenep, Madura. Meluapnya sungai di desa tersebut menyebabkan dua orang meninggal. 
"Dua siswi Pondok Pesantren Panggung bernama Nurul Kholila (16) dan Maryami (14) tenggelam terseret arus sungai dan meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Minggu (17/3/2013). 
Nurul dan Maryami diketahui berasal dari Desa Banbaru Giligenting, Sumenep, Madura, tenggalam pada Jumat (15/3) lalu dan diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. 
Sementara hujan deras yang terjadi sejak Jumat (15/3) turut melanda Desa Sendir, Lenteng, Sumenep menyebabkan 50 hektar sawah tanaman padi terendam. Sayangnya, hujan deras disertai petir tersebut menyebabkan seorang warga tewas tersambar petir.
"Saat hujan deras juga diikuti petir, satu orang meninggal tersambar petir," ujar Sutopo yang tidak menjelaskan identitas korban. 
Sutopo menambahkan penanganan bencana di Sumenep, Madura telah dilakukan bekerja sama dengan pihak terkait. Pemerintah kabupaten juga telah mengeluarkan sejumlah dana penanggulangan bencana. 
"BPBD Sumenep bersama unsur lainnya telah melakukan penanganan darurat banjir. Pemkab Sumenep telah mengeluarkan Rp 950 juta untuk penanganan banjir," ujar Sutopo. 
Sutopo menutup dengan menyebutkan ketinggian banjir telah surut. BPBD Bangkalan bersama TNI, Polri, SKPD lain dan masyarakat melakukan penanganan darurat seperti evakuasi, distribusi bantuan logistik, dan pembersihan lumpur. 
"Pendataan dan perhitungan kerugian masih dilakukan," tutup Sutopo. 
(vid/fjp)


revisi : http://news.detik.com/read/2013/03/17/230427/2196270/10/3-orang-meninggal-akibat-banjir-di-madura

Saturday, November 3, 2012

MEMPERKAYA INSTANCES PADA ONTOLOGI PARIWISATA DENGAN SUMBER DARI INTERNET

Penulis : Lintang Yuniar Banowosari , I Wayan Simri W , Setia Wirawan , Tiara Jelita Dewi

Penerbit : Stikom Bali

Tahun terbit : 2012

Latar Belakang

Teknologi informasi telah menjadi komponen penting dalam berbagai bidang, termasuk industri pariwisata yang meliputi promosi, pemasaran, dan penjualan produk pariwisata (e-commerce dalam industri pariwisata). 

Didalam industri pariwisata terdapat permasalahan e-tourism. Permasalahan e-tourism di Indonesia adalah belum optimalnya pemasaran tempat wisata karena informasi yang diberikan pada website pariwisata tidak bersifat interaktif dengan wisatawan yang membutuhkan informasi lengkap. 

Untuk mengatasi hal tersebut, telah dikembangkan metode untuk pertukaran informasi yang dikenal dengan Semantic Web yang memanfaatkan ontologi. Salah satu yang dapat dilakukan pada ontologi adalah dengan melakukan populasi ontologi. Populasi ontologi dilakukan untuk melengkapi sebuah ontologi yang sudah ada dengan cara membuat dan menambahkan propertinya serta memperkaya jumlah instancesnya. Properti berfungsi sebagai informasi yang dimiliki oleh sebuah ontologi dan instances merupakan sebuah nilai yang dihasilkan dari ontologi tersebut. Hal ini dilakukan sebagai awal dari membuat sebuah ontologi yang sempurna yang dapat diimplementasikan ke dalam sebuah Semantic Web. 

Dalam penulisan ini dilakukan populasi ontologi pariwasata yaitu dengan cara membuat dan menambahkan properti serta memperkaya jumlah instance dari ontologi pariwisata yang sudah ada. Property yang dibuat sebanyak 29 property dan instances yang dibuat berjumlah 281 instances. Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu Protégé 3.4.6 dan untuk uji coba query nya menggunakan bahasa SPARQL. 

Perumusan Masalah 

Bagaimana cara untuk memperkaya instances pada ontologi dengan mengambil sumber dari internet? 

Tujuan
  1. Memperkaya jumlah instances (individual) dari ontologi ariwisata yang sudah ada. 
  2. Mengimplementasikan query ada OWL dengan menggunakan bahasa SPARQL. 

Metodologi 

Dalam penulisan ini dilakukan populasi ontologi pariwasata yaitu dengan cara membuat dan menambahkan properti serta memperkaya jumlah instance dari ontologi pariwisata yang sudah ada. Property yang dibuat sebanyak 29 property dan instances yang dibuat berjumlah 281 instances. Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu Protégé 3.4.6 dan untuk uji coba query nya menggunakan bahasa SPARQL. 

Inti Pembahasan

Berdasarkan dari hasil uji coba query SPARQL yang telah dilakukan dengan jumlah sebanyak 37 permintaan terhadap query tersebut, didapatkan hasil yaitu : Uji coba pertama yang telah dilakukan berdasarkan klasifikasi class terhadap permintaan query, penulis telah melakukan pencarian query SPARQL terhadap 12 permintaan dan semua hasilnya memilki kecocokan antara permintaan dengan query SPARQL yang dimasukkan. Selanjutnya, uji coba kedua yaitu pencarian instance (individual) berdasarkan datatype, class, datatype dan class. 

Penulis telah melakukan pencarian query SPARQL terhadap 25 permintaan dan semua hasilnya memiliki kecocokan antara permintaan dengan query SPARQL yang dimasukkan. Penulis juga telah membandingkan antara pencarian menggunakan query SPARQL dengan pencarian secara manual atau tradisional didapatkan hasil yang cocok (sesuai) dengan skema class pada ontologi pariwisata yang sudah ada. Dari proses analisa hasil uji coba tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hasil pencarian query dengan SPARQL memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi / baik. 

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil pembahasan tugas akhir yang telah dibuat dapat disimpulkan bahwa hasil pencarian query dari ontologi yang sudah dibuat dengan menggunakan bahasa SPARQL memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, pengujian permintaan query terhadap klasi_kasi class berdasarkan ontologi yang sudah ada memimiliki kecocokan 100 persen dan pengujian pencarian instances (individual) berdasarkan datatype, class, datatype dan class juga menghasilkan kecocokan sebesar 100 persen.

Daftar Pustaka 

  1. B. DuCharme, Learning SPARQL, S.St.Laurent, Ed. O'Reilly Media, 2011.Remenyi, D., Smith, S., dan White, T. (1997). Achieving maximum value from information systems: A process approach. New York: Wiley. 
  2. F. C. Christopher Brewster dan Y. Wilks, Usercentred ontology learning for knowledge management,_ Journal, Department of Computer Science, Universityof Shefield, 2002.
  3. G. I. Fabian M. Suchanek dan G. Weikum,_Leila: Learning to extract information by linguistic analysis,_ Journal, Max Planck Institute for Computer Science, 2006.
  4. H. H. Hoang dan A. M. Tjoa, _The state of the art of ontology-based query systems: A comparison of existing approaches, Journal, Institute of Software Technology and Interactive Systems, Vienna University of Technology, 2006.
  5. J. E. Simpson, XPath and XPointer, S. St.Laurent, Ed. O'Reilly Media, 2002.
  6. M. C. Oren Etzioni dan D. Downey, Unsupervised named-entity extraction from the web: An experimental study,_ Journal, Department of Computer Science and Engineering, University of Washington, 2005.
  7. N. Guarino dan P. Giaretta, _Ontologies and knowledge bases : Towards a terminological clarification, Journal, Institute of History of Philosophy, University of Padova, 1995.
  8. P. C. Paul Buitelaar dan S. Racioppa,_Ontology-based information extraction with soba,_ Journal, AIFB University of Karlsuhe, 2006.
  9. P. Walmsley, XQuery, S. St.Laurent, Ed. O'Reilly Media, 2007.
  10. R. B. Rudi Studer dan D. Fensel, _Knowledge engineering : Principles and methods,_ Journal, University of Karlsruhe, 1998. 
  11. R. M. R. Guha dan E. Miller, Semantic search,_ in Int. Conf. WWW, 2003.
  12. R. F. Robert Neches dan T. Finin, _Enabling technology for knowledge sharing, Articles, Stanford University, 1991. 
  13. S. Kim dan H. Alani, Artequakt: Generating tailored biographies with automaticallyannotated fragments from the web._ in Semantic Authoring, Annotation & Knowledge Markup, 2002.
  14. T. R. Gruber, _Toward principles for the design of ontologies used for knowledge sharing,_ Journal, Stanford University, 1995. 
  15. V. K. Georgios Petasis dan G. Paliouras, Ontology population and enrichment: State of the art,_ Report, Hamburg University of Technology, 2007. 
  16. W. N. Borst, _Construction of engineering ontologies for knowledgesharing and reuse, Ph.D. dissertation, University of Twente, Netherland, September 1998.